Dari anak terkecil umur 3 tahun sampai para ABG (terutama perempuan-perempuan) - antusias selalu berpartisipasi dengan tariannya itu…
Dan kalau nontonnya rutin tiap tahun, keliatanlah betapa dunia begitu cepat berputar.. (alias; walah dah tua ye gw… ;-)). Itu keliatan dari personil-personilnya yang setiap tahun selalu hadir dengan gaya yang beda.
Lima tahun yang lalu, anak kecil perempuan itu pake aksesoris tari berupa pita dan kertas krep yang mengkilat… (dan itu ada di mana-mana; di rambut, di baju, di kaki, di tangan, dan lainnya) plus lipstik dan bedak yang mencolok. Gerakannya pun berantakan (hanya berputar, gerakkan tangan, goyang pinggul sedikit.. tapi karena inilah banyak penonton tertawa. Lucu siyyyy…. )
Empat tahun yang lalu: pita dan kertas krep masih terpakai, hanya tempat-tempatnya berkurang. Mereka masih lucu.
Tiga tahun yang lalu: pita hanya ada di rambut dan mereka masih tetap lucu.
Dua tahun lalu: tak ada pita. Gerakan mulai teratur dan kompleks. Dan kadar lucunya masih memadai.
Setahun lalu: pakai kets, kaus kaki sebetis, musik: lumayanlah buat goyang. Lucu: sama sekali menghilang.
Tahun ini: stoking, t-shirt ketat polos, dasi, jeans selutut, sepatu kets. Make up: tertata apik. Gerakan: menghentak di bagian tertentu, banyak konfigurasi, koreo sangat diutamakan, goyang pinggul: sering. Yang bilang lucu: hanya kaum adam…..
Lima tahun mendatang: berdiri di depan panggung, tertawa, dan mengenang kembali….
dan dunia pun berputar…
August 27th, 2006 by arini-22
No comments:
Post a Comment