Friday, January 23, 2009

In The Middle of Something

Menjadi orang ketiga gak pernah saya bayangkan sebelumnya. Malah biasanya saya yang sering mencari orang ketiga demi kepentingan saya. Eh sekarang, jadi karma. Didaulat jadi orang ketiga demi kelangsungan generasi penerus ;-).

Berada di dua kepentingan dengan sejuta harapan bikin saya jadi gila. Kalo gak kuat-kuat bisa gila beneran kali (hiperbola mode: ON).

"Rin tolongin gue banget".

"Gue gak janji".

"Gue traktir, lw minta apa aja gue kasih!", (wow tawaran yang menggiurkan… mhmm.., tapi tetep aja gak bisa janji)

"Gue pake nama lw buat anak pertama gue dey." (Waaahhh kalo ini pujian atau kutukan ya?)

Dan biasanya percakapan berakhir dengan:

"Rin maap gw nyusahin lw, tapi gue yakin lw pasti bantu gue, kayak yang pernah lw lakuin sebelumnya". (Whuat? sebelumnya? yang mana? sejauh yang saya ingat; malah saya gak ngelakuin apa-apa!)

Pertanyaan mendasar: "Kenapa gue siy?"

"Karena gue enak ngomong ma lw…" (Kelemahan gue di sini niy; kayak kursi pijat yang bikin orang gak mau bangun lagi. Yah mau gimana lagi, bawaan orok…)

Dan sejak saat itu, bertualanglah saya jadi orang ketiga. Kadang harus tahan-tahan panasnya telinga mendengar keluh kesahnya. Kadang harus berpikir berulang-ulang kali untuk bantu dia temukan langkah selanjutnya. Kadang harus bangun kesiangan ke kantor karena lamanya kisah yang harus disampaikan kepada diriku.

Kadang… kalo pikiran nakal mulai merajalela…; jadi orang ketiga bisa lebih nyaman dari segalanya ;-) (daripada pusing? heheheh)

ps: no offense to anyone ever related to this case. Peace aja yo!

070710 11.25 WIB

July 9th, 2007 by arini-22

No comments:

Post a Comment